iklan

Pada awalnya masjid di lingkungan Perumahan Japos Graha Lestari berada di tepi lingkungan sebelah Barat, pinggir sungai. Sejalan dengan pertambahan jumlah penghuni dan kebutuhan taman pendidikan Al Quran untuk anak-anak (TPA), kebutuhan pengadaan masjid yang berada di tengah-tengah lingkungan perumahan menjadi semakin dibutuhkan.

Ide pendirian sebuah mesjid di lingkungan Perumahan Japos Graha Lestari bermula pada pertengahan tahun 1988. Para tokoh masyarakat dan agama di lingkungan perumahan menindaklanjuti ide tersebut dengan melakukan koordinasi dan pengumpulan dana untuk pengadaan mesjid tersebut.

Alhamdulillah, pada akhirnya terwujudlah pembelian terhadap sebuah rumah di lingkungan Perumahan Japos Graha Lestari yang difungsikan sebagai mesjid dan TPA, dan dinamai Mesjid Ni’matul Ittihad.

 

Seiring dengan berkembangnya jumlah penghuni dan adanya kebutuhan untuk memiliki bangunan mesjid yang lebih representative maka warga muslim Japos Graha Lestari kembali melakukan penggalangan dana secara mandiri (swadana).

Bidang Dana Panitia Pembangunan Masjid dibawah pimpinan Bapak Djudjun Kusnadi bersyukur bisa melakukan penggalangan dana awal untuk pengadaan tanah di lingkungan Perumahan Japos Graha Lestari yang diperuntukkan bagi pembangunan masjid tersebut.

 

LOGO YNIJ.OKPanitia Pembangunan Masjid dibawah komando Bapak Tengku Syamsul melakukan rapat persiapan pembangunan masjid, mulai dari arsitektur bangunan hingga pelaksanaan pembangunan. Dengan segala jerih payah seluruh Panitia Pembangunan Masjid dan dukungan penuh dari warga Japos dan warga muslim lainnya untuk pendanaan pembangunan masjid selama kurang lebih tiga tahun, akhirnya berhasil diwujudkan pembangunan Mesjid Jami’ An Ni’mah pada November 2001.

 

Peresmian Masjid Jami An Ni’mah Japos dilakukan oleh H. Agus Djunara selaku Bupati Tangerang pada tanggal 21 November 2001.

 

Bangunan Masjid Jami’ An Ni’mah Japos ini mengambil struktur arsitektur bangunan tradisional Indonesia dengan sentuhan islami yang tidak menggunakan kubah maupun menara, yang terdiri atas 2 (dua) lantai dengan tinggi atap sekitar 20 meter. Sementara ini lantai 2 juga difungsikan sebagai Taman Pendidikan Al Qur’an yang bernaung dibawah Bidang Pendidikan Yayasan Ni’matul Ittihad. Bila bangunan fisik Taman Pendidikan Al Qur’an yang berlokasi di belakang bangunan Masjid Jami’ An-Ni’mah ini telah direalisasikan, maka pelaksanaan pendidikan TPA akan dipindahkan ke lokasi yang baru tersebut.

 

Adapun zakat pada awalnya dikelola dengan melalui Panitya Amil Zakat, yang kemudian dibentuk Bidang Baitul Mal pada tanggal 28 Oktober 2007 yang merupakan sub-struktur dibawah Dewan Kemakmuran Mesjid Jami’ An-Ni’mah. Dengan berdirinya Yayasan Ni’matul Ittihad Japos pada Agustus 2008, maka Baitul Mal distrukturkan sebagai bidang tersendiri dibawah Yayasan Ni’matul Ittihad Japos Periode 2008 – 2013, namun seiringnya perjalanan waktu dengan mengedepankan azas efisiensi dan kompetensi dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme maka dalam Kepengurusan Yayasan Ni’matul Ittihad Japos Periode 2013 – 2013 keberadaan struktur Baitul Mal dikembalikan dibawah naungan Dewan Kemakmuran Mesjid Jami’ An-Ni’mah, mengingat zakat, infaq dan shadaqah yang merupakan potensi ekonomi srta sebagai salah satu kewajiban umat Islam sudah seharusnya ditangani secara benar guna membantu kaum muzakki dalam menjalankan kewajiban agamanya serta dapat bermanfaat optimal bagi kaum mustahiq.

 

Sejak tahun 2001 hingga kini telah banyak kegiatan ibadah maupun sosial yang dilaksanakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid Jami’ An Ni’mah yaitu kegiatan ta’lim sejumlah ulama terkenal, ta’lim rutin Sabtu dan Ahad ba’da sholat Subuh, pengadaan kendaraan ambulan, bekerja-sama dengan RW setempat untuk perbaikan/perawatan sarana/prasarana lingkungan, pengkoordinasian warung kaki lima menjadi warung jajan yang representative dan tentunya kegiatan Ramadhan/Idul Fitri serta Idul Adha berikut kegiatan pendukungnya. Sejak diresmikan Masjid Jami An Ni’mah Japos memiliki beberapa nama yang berurutan menjabat sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid, yaitu H. Tengku Syamsul, H. Djudjun Kusnadi, H. Darto Yudhi Priyanto, dan terakhir saat ini untuk periode 2013 – 2018 adalah H. Yamin Asrofi dengan Wakil Ketua dijabat oleh H Taufik Sayuti.

 

Hingga saat ini pendanaan operasional, pengembangan maupun perawatan Masjid Jami’ An-Ni’mah ini masih mengandalkan infaq dan shadaqah warga Muslim yang berkenan menyisihkan sebagian rizqi-nya demi berkembangnya syiar Islam, sementara Bidang Usaha yang diniyatkan akan berlaku sebagai back-bone pendanaan masih dalam proses.